KULIAH oh KULIAH


MASALAH PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

STRATEGI PELAKSANAAN RENCANA

SPR, adalah suatu upaya dalam proses perencanaan, manakala rencana yang sudah disusun dan berkekuatan hukum akan dilaksanakan. Spr diperlukan jika pada pelaksanaan rencana ditemukan berbagai kendala pelaksanaan. Seringkali terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaan suatu rencana, permasalahan-permasalah itu sendiri antara lain :

  • Penyediaan pendanaan
  • Penyiapan lahan
  • Kesiapan dari masyarakat dalam menerima rancangan rencana
  • Kesiapan pelaksanaan dan aparat ( administrasi Pembangunan)
  • Kesiapan aturan (regulasi dan kebijakan, penegakan)
  • Kesiapan monitoring/pengawasan
  • Kesiapan evaluasi

Dalam pelaksanaan rencana salah satu permasalahan yang sering timbul adalah permasalahan akan penyedian pendanaan itu sendiri. Permasalah pendanaan itu sendiri dapat berupa macetnya siklus budgeting dalam APBN/APBD  sampai pada kenaikan harga yang disebabkan oleh krisis global.

Dalam pendanaan ini dapat bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pinjaman dalam dan luar negeri, hibah internasional, masyarakat, swasta, dan usaha daerah dan usaha lainnya.

Daerah-daerah sebagai tempat perencanaan akan dilaksanakan dapat mengupayakan menghindari permasalahan pendanaan itu sendiri dengan cara :

  • RIAP (Revenue Improvement Action Plan) : rencana tindak peningkatan pendapatan,
  • LIDAP (Local Institution Development Action Plan) : rencana tindak pengembangan lembaga daerah, agar lembaga-lembaga daera dapat berfungsi dengan optimal dan dapat dimanfaatkan dengan sepenuhnya.
  • Usaha daerah
  • Penarikan investor : penarikan investor-investor dapat dari luar negeri dengan memanfaatkan SDA dan SDM yang ada di daerah tersebut dan membagi keuntungan akan kerjasam yang dilakukan tersebut, tentunya dengan beberapa persyaratan dan kriteria-kriteria yang saling menguntungkan di kedua belah pihak dan tidak saling menjatuhkan.
  • Re-inventing Goverment dapat berupa mewirausahakan pemerintah.

Dalam pendapatan daerah dapat dilakukan prediksi peremalan yang pada awalnya harus diadakan Uji kewenangan (Discretion test), dan Uji keteraturan (Regurality test). Salah satu metode peramalan yang dapat di lakukan adalah metode peramalan target Oriented yang terdiri dari :

Model analisis produktifitas

Produktifitas adalah perbandingan/rasio antara hasil yang diperoleh dengan memasukan input (nilai usaha) yang telah dikeluarkan (dapat berupa sumber daya manusia atau finansial) persatuan waktu.

Metode COR dan ICOR

Capital Output Ratio (COR) adalah rasio perbandingan antara investasi terhadap keluaran atau hasil yang diperoleh. Sedangkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) adalah rasio/perbandingan antara tambahan investasi modal terhadap tambahan hasil produksi. Contohnya :

r Investasi = 33,4 %, r PDRB = 6,8%

ICOR = 33,4/6,8= 4,9

ICOR > 3,5 ekonomi biaya tinggi, ICOR maksimum 3,5 sedangkan yang terjadi adalah 4,9

Pemborosan = 1,4/4,9 X 100% = 30%

Besar kecilnya jumlah stock of capital yang dimiliki oleh suatu daerah akan menentukan besar kecilnya ICOR.

Saving Investment GAP (SIG) adalah kesenjangan (selisih) antar tingkat tabungan dengan tingkat investasi, misalnya :

r tabungan : 29,2%, r invesrasi : 33,4% dengan keadaan seperti itu maka SIG nya dapat berupa 3,5%

Ada beberapa regulasi Keuangan daerah yang mengatur tentang sumber dana pinjaman luar negeri, yaitu :

  • PP No. 107 tahun 2003 tentang Pinjaman daerah
  • PP No. 23 tahun 2003 tentang pengendalian jumlah kumulatif defisit APBN dan APBD serta jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
  • UU 32 tahun 2007 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.

Adanya beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi pada suatu daerah yaitu

  • Prospek perekonomian masa yang akan datang,
  • Tingkat bunga bank
  • Kemajuan teknologi
  • Tingkat pendapatan masyarakat
  • Laba perusahaan.

MANAJEMEN LAHAN

Adalah Proses pengelolaan penggunaan dan pengembangan (baik di perkotaan dan pinggiran pengaturan) dari lahan sumber daya dalam berkelanjutan cara. Manajemen lahan digunakan untuk berbagai tujuan yang berinteraksi dan mungkin bersaing dengan satu sama lain, sehingga dapat untuk merencanakan dan mengelola semua menggunakan secara terpadu. Pada dasarnya diperlukan adanya sebuah manajemen lahan karena :

  • Adanya lahan yang tersedia sangat terbatas
  • Pemanfaatan lahan harus efektif dan efisien
  • Ketersediaan lahan diperkotaan dan perdesaan memiliki ketergantungan dan keterkaitan masyarakat akan lahan(sosialisasi)
  • Lahan sebagai komoditas finansial dan spekulasi (price)
  • Lahan merupakan suatu harta yang sangat penting nilainya(value)
  • Status kepemilikan lahan terdiri atas lahan milik negara/pemerintah, lahan adat dan lahan perorangan.

Sering kali oleh orang awam menyamakan pengertian akan lahan dengan pengertian tanah, mungkin dikarenakan tanah merupakan bagian dari lahan. Sedangkan bila ditelusuri lagi tanah dan lahan mempunyai pengertian yang berbeda.

Tanah (soil), adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga, terdiri dari : lebar, panjang dan dalam. Tanah merupakan bagian paling atas dari kulit bumi (Dokuchaiev, dalam Alimin,1994). Sedangkan

Lahan (Land): Merupakan bagian dari bentang alam (lanscape) yang fisik yang meliputi pengertian lingkungan fisik seperti tanah, iklim, topografi/relief, hidrologi dan vegetasi alami (natural vegetation) dimana secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan k didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun sekarang; penebangangan hutan,erosi

Lahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

Lahan kritis, adalah lahan yang mengelami kerusakan baik secara fisik maupun biologis. Untuk menilai kritis tidaknya suatu lahan dapat dilihat dari kemampuan lahan, besarnya resiko ancaman atau hambatan dalam pemanfaatan lahan tersebut.

Lahan Potensial, adalah lahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, dikaitkan dangan fungsinya bagi kehidupan manusia, yaitu lahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seringkali terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan lahan dan tata ruang antara lain :

  • Perencanaan tata ruang belum efektif di kabanyakan daerah/wilayah Kota/Kabupaten.
  • Pertaturan perundangan yang mengatur tentang lahan itu sediri belum ada.
  • Adanya keterbatasan kemampuan pemerintah daerah yang apabila ada investor dengan modal besar ingin mengelola suatu lahan tanpa melihat perencanaan yang tepat bisa langsung diterima.
  • Masih banyaknya keterbatasaan akan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Dengan adanya permasalahan-permasalahan lahan tersebut maka diperlukan adanya suatu Manajemen Lahan, fungsi manajemen lahan itu sendiri adalah untuk mengendalikan pemanfaatan lahan agar pertumbuhan akan suatu wilayah/daerah tersebut dapat diarahkan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Pengendalian dan pemanfaatan lahan bertujuan untuk:

  • Menyediakan kenyamanan publik,
  • Meningkatkan efisiensi, dengan mengarahkan pembangunan dan pembangunan kembali yang sesuai dengan kepentingan umum,
  • Membatasi terjadinya urban sprawl dan mencegah alih fungsi lahan,
  • Untuk memperoleh tingkatan ekonomi dalam pelanyanan publik.

Salah satu strategi yang ditawarkan oleh manajemen lahan untuk mengatasi masalah dari lahan tersebut adalah STRATEGI PENGEMBANGAN DAN PENGUASAAN LAHAN. Dalam strategi ini terdapat :

  • Land Aquitition : perlimpahan atas lahan memelalui pamindah tanganan hak atas suatu lahan dari kepemilikan seseorang/badan/lembaga untuk kepentingan pembangunan publik yang kemudian terjadi pemindahan hak atas lahan dikaitkan dengan fungsi lahan tersebut menurut Rencana Tata Ruang.
  • Land Dedicaed : pengalih tanganan lahan yang digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana tata ruang.
  • Land Refrom : sebagai alat untuk menyediakan lahan, sifat kepemilikannya komunal, disertai pengeturan regulasi lahan juga singkronisasi kebijakan penggunaan lahan dalam tata ruang.
  • Land Banking : Pengumpulan/pengeturan.pemilikan oleh pemerintah atas lahan yang akan digunakan untuk kepentingan pembangunan menjadi wilayah publik.
  • Land Consolidation : Pengaturan/pengelompokan penggunaan lahan yang disesuaikan dengan rencana guna lahan pada suatu zoning yang ada. Biasanya bersifat kesepakatan pada suatu rencana tertentu.
  • Perluasan Wilayah : salah satu cara menambah luas lahan secara administratif untuk memenuhi kebutuhan atas perkembangan daerah dan kebutuhan lahan di wilayah tersebut.
  • Kerjasama Antar Daerah : suatu upaya penyelesaiaan penyediaan lahan melalui kerjasama antar daerah melalui kesepakatan dan keterkaitan lainnya.

Pemanfaatan suatu lahan ada baiknya harus sesuai dengan perencanaan tata ruang yang dibuat dan harus sesuai dengan pemanfaatan zoning yang telah dibuat, hal ini bertujuan untuk :

  • Megarahkan dan mempercepat pertumbuhan kota sesuai dengan rencana tata ruang tersebut.
  • Mendorong pemanfaatan dan penggunaan tanah secara optimal dan efisien.
  • Menciptakan keindahan, keteraturan dan image kawasan tertentu
  • Meningkatkan pemerataan dalam hal keuntungan dan keseimbangan kepentingan antara pihak pemilik tanah dengan kepentingan masyarakat umum.

REGIONAL MARKETING (RM)

RM, adalah pemasaran wilayah dapat diartikan sebagai instrumen untuk mengetur dan mengaplikasikan proses penguatan potensi daerah dalam batas administratif tertentu yang dilakukan bersama unsur lokal terkait.

Regional marketing akan mengarah kepada peningkatan perekonomian daerah melalui efisiensi, institusi pengelolaan regional marketing dalam kegiatannya tidak mencari keuntungan dan biasanya dapat berupa perusahaan terbatas (PT), perusahaan daerah (PD), yayasan/badan hukum lainya yang memiliki persyaratan profesional.

Tujuan dari pelaksanaan Regional Marketing adalah :

  • Menciptakan preferensi
  • Menciptakan transparasi dalam proses pengambilan keputusan
  • Mangarahkan aktivitas berorientasi pasar
  • Membentuk Platform untuk konsep dan aplikasi yang ditunjang oleh semua pihak
  • Pemilihan dan pertimbangan lokasi untuk investasi dan arah pembangunan.
  • Menggairahkan dunia usaha khususnya menarik investasi ke daerah guna meningkatkan perekonomian lokal.

Regional marketing sangar diperlukan karena adanya beberapa sebab-sebab berikut antara lain : adanya keterbatasan sumber pendapatan atau keuangan daerah, perubahan dinamika perekonomian nasional dan internasional, semakin pentingnya infrastruktur daerah dan citra daerah sebagai faktor penentu bagi investor dalam memilih lokasi, perlunya penggalangan kekuatan atau potensi daerah dalam rangka pembangunan daerah, menggalang persatuan dan kesatuan dalam mempererat kerjasama antar daerah (regionalisasi), dan peluang perolehan sumber dana dari program pembangunan baik nasional maupun internasional.

Fungsi utama dari regional marketing itu sendiri adalah melakukan tugas penerangan kepada masyarakat luas tentang kualitas dan potensi daerah, mengaktifkan kerjasama seluruh unsur daerah dan menguatkan potensi lokal melalui suatu wadah institusi dan regional marketing adalah instrumen komunikasi dan kerjasama bagi pengembangan daerah.

Konsep regional marketing bukanlah merupakan konsep yang menggantikan perencanaan pembanguana daerah yang telah ditetapkan melainkan justru sebagai penunjang konsep yang ada. RM juga dapat dipandang sebagai penguat konsep perencanaan yang telah memperoleh legitemasi hukum.

STRATEGI PELAKSANAAN RENCANA PADA DAERAH RAWAN BENCANA ALAM

Sistem manajemen bencana adalah ketika suatu bencana/keadaan kedaruratan muncul maka diperlukan adanya tanggap darurat agar situasi lebih stabil dan berkurangnya ancaman langsung terhadap jiwa/ keamanan/ harta. Dalam masa rehabilitasi seperti ini lah yang dilakukan adalah penyembuhan dan perbaikan/ rekonstruksi agar hampir normal kembali, setelah di adakannya pemulihan  ini maka akan dilakukan pencegahan dan mitigasi (upaya meminimalisir dampak dari bencana alam) salah satu caranya adalah dengan adanya rencana tata ruang yang berbasis mitigasi setelah hal itu dilakukan maka tetap harus diadakan suatu kesiapsiagaan terhadap setiap bencana alam tersebut.

Adapun beberapa dasar hukum yang mengatur tentang manajemen bencana antara lain :

  • UU No.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana
  • UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang
  • Keppres No.32 tahun1990 tentang kawasan lindung
  • Keppres No. 57 tahun 1989 tentang kawasan budidaya, dll

Institusi Penanganan Bencana

Pencegaha/pengurangan resioko  (prabencana)

  1. Pemetaan kawasan rawan bencana : bakosurtanal,BPPT, PU, BMG dll
  2. Pembangunan peringatan dini pada kawasan rawan bencana (SaPras, teknologi,dan Sosialisasi) : BPPT, LIPI, BMG dll
  3. Pemberdayaan masyarakat (Peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan) : Depdagri, Depsos, Depdiknas
  4. Penguatan kelembagaan (koordinasi, mekanisme, reaksi,dan pelayanan cepat) : Depdagri, Depsos dll

Penanganan ( Pasca Bencana)

  1. Tanggap darurat korban bencana : PU, Depsos, Depkes dll
  2. Pemulihan kondisi traumatik dan dampak bencana lainnya : Depkes, Depsos, Depdiknas
  3. Rahabilitasi SaPras umum lainnya : PU, Dephub, Bakornas
  4. Rekonstruksi : PU,Deptan, Dephub, Depsos, Bakornas dll

Beberapa Strategi Pemulihan yang dapat dilakukan ketika keadaan pasca bencana adalah :

  1. 1. Pemulihan perumahan dan Prasarana Lingkungan permuiman.
  2. 2. Pemuliha prasarana publik
  3. Pemulihan sosial yang difokuskan untuk pemulihan layanan dasar masyarakat serta pemenuhan layanan bagi kelompok rentan dan miskin.
  4. Pemulihan ekonomi produktif yang bertujuan untuk segera memulihkan kegiatan perekonomian daerah dan masyarakat.
  5. Pemulihan lintas sektor terutama membangun kembali dan memperbaiki bangunan pemerintah guna memulihkan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
  6. 6. Pemulihan sosial budaya
  7. 7. Pemulihan psikologi

2 Komentar (+add yours?)

  1. choirul
    Mar 22, 2011 @ 05:58:37

    kuliah yang rajin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: